Kamis, 12 Februari 2026

dua orang perempuan puasa



  Kisah tentang Ghibah saat Berpuasa.
Kisah: Di dalam Musnad Ahmad disebutkan bahwa ada dua wanita yang berpuasa pada masa Rasulullah SAW. Lalu keduanya merasa sangat lapar dan haus pada akhir hari hingga hampir saja meninggal. Maka keduanya mengutus utusan kepada Rasulullah SAW untuk meminta izin berbuka. Rasulullah SAW mengirimkan sebuah wadah kepada keduanya dan berpesan, "Katakan kepada keduanya: Muntahkanlah apa yang telah kalian makan ke dalam wadah ini." Maka salah satu dari mereka memuntahkan darah segar dan daging segar, begitu pula yang satunya memuntahkan hal yang sama hingga memenuhi wadah tersebut. Orang-orang pun keheranan melihat kejadian itu.
Sabda Rasulullah: Rasulullah SAW bersabda, "Kedua wanita ini berpuasa dari apa yang dihalalkan Allah, dan berbuka dengan apa yang diharamkan Allah. Salah satu dari mereka mendatangi wanita yang lain, lalu keduanya memakan daging manusia (ghibah)."
Hikmah: Puasa adalah perisai selama tidak dirusak dengan ghibah atau adu domba. Telah diketahui bahwa setan selalu mengintai puasa seorang hamba agar bisa masuk ke dalam hatinya melalui celah kerusakan tersebut, sehingga ia butuh penjagaan ekstra untuk menutup semua celah yang bisa dimasukinya. Para ahli makrifat telah sepakat bahwa siapa yang menjaga puasanya dari kerusakan, maka ia dijaga dari setan hingga Ramadhan berikutnya.
Referensi: Syarah al-Yaqut an-Nafis (hal: 310) Dar al-Minhaj; Irsyad al-Ibad (hal: 49) Maktabah al-Hidayah; al-Uhud al-Muhammadiyyah (hal: 311) Maktabah al-Syamilah.

Perbedaan membaca Al-fatihah 4 madzhab saat sholat berjamaah

Membaca Al-Fatihah bagi makmum hukumnya sebagaimana berikut: - Mazhab Syafi'i: Makmum wajib membaca Al-Fatihah di setiap rak...